Assalamu’alaikum wr. wb.
Saudaraku, berikut merupakan suatu cerita tentang seorang
wanita dan para pria.
Di suatu
negeri yang jauh disana, sebut saja negeri Antah Barata. Terdapatlah masyarakat
yang makmur, perekonomiannya tinggi, sumber daya alam dan manusianya sangat
unggul. Dan negeri tersebut dipimpin oleh seorang raja muda yang sangat kaya
raya.
Suatu
ketika dinegeri tersebut terdapat kisah percintaan antara seorang pria piatu
yang sangat pandai dengan seorang wanita yang teramat sangat cantik jelita.
Awal mereka saling bercinta tidaklah memakan waktu yang lama, kira-kira hanya 2
bulan. Dan hanya dalam jangka waktu itu, pria tersebut akan bermaksud
melamarnya, walaupun ayahnya belum tahu.
Dihari
pelamarannya, pria tersebut menyambangi rumah wanita tadi dengan hati yang
sangat sumringah. Dia datang dengan ayahnya. Sesampainya di rumah sang wanita,
ternyata wanita cantik tadi sudah menunggu didepan rumahnya. Kemudian ayah dan
anak tadi dipersilahkan duduk oleh wanita tadi.
Didalam pembicaraannya
untuk melamar wanita tadi, sang ayah berbisik kepada anaknya, “nak, wanita ini
sungguh menawan. Dia tidak pantas untukmu. Pria yang pantas untuk mengawininya
adalah pria yang sudah berpengalaman, ayahlah yang pantas memilikinya nak”.
Mendengar
kata-kata tadi, terjadilah keributan antara anak dengan ayahnya. Kemudian anak
dan ayahnya tadi mendatangi seorang polisi untuk mengadukan perkaranya. Setelah
mendengar pengaduan anak dan ayah tentang perebutan wanita tadi, kemudian
polisi tersebut berkata, “masalah Negara yang lebih penting dari ini saja
banyak, kok hanya masalah wanita saja ayah dan anak jadi ribut. Memalukan. Coba
anda berdua datangkan wanita tersebut dihadapanku”.
Kemudian
anak dan ayah tadi menjemput wanita tersebut untuk dibawa ke hadapan polisi.
Kemudian sampailah mereka bertiga dihadapan sang polisi tadi.
Begitu
melihat wanita tersebut, polisi tersebut langsung terpana dan jatuh hati
kepadanya. Lalu polisi tadi berkata kepada dua orang pria tadi (ayah dan
anaknya), “wanita ini sungguh sangat berharga. Yang pantas memilikinya hanyalah
orang yang mempunyai jiwa ksatria yang tinggi. Kalian tidaklah pantas
memilikinya. Yang pantas hanyalah aku seorang”.
Mendengar
kata-kata polisi tadi, maka terjadilah keributan antara pria, ayahnya dan
seorang polisi. Karena keributan tersebut, maka mereka bertiga datanglah kepada
seorang hakim muda yang sangat tampan untuk mengadukan perkaranya.
Setelah
mereka bertiga mengadu dan didengar oleh hakim, maka hakim itu berkata, “saya
masih banyak mengurusi masalah maling uang rakyat, masalah negara saja masih
sangat banyak. Masa kalian bertiga ribut-ribut hanya karena wanita. Sungguh
memalukan. Coba datangkan wanita tersebut kehadapanku”.
Kemudian
sang polisi, pria, dan ayahnya menjemput wanita tadi untuk dihadapkan ke hakim
yang mulia. Sesampainya dihadapan hakim tadi, hakim tersebut langsung terpana
melihat wanita tadi. Kemudian hakim tersebut berkata kepada ketiga pria tadi,
“kalian tidak pantas memilikinya. Yang pantas memiliki wanita yang menawan ini hanyalah
seseorang yang bisa berperilaku adil, yang pantas tidak lain tidak bukan
hanyalah aku”.
Mendengar
perkataan hakim tadi, maka terjadilah keributan yang sangat tidak kondusif
antara keempat pria tersebut. Lalu datanglah keempat pria tadi kehadapan seorang
pemimpin negeri tersebut, yaitu raja yang sangat kaya raya untuk mengadukan
masalahnya.
Mendengar
pengaduan keempat pria tadi, maka sang raja berkata, “kalian ini sungguh sangat
memalukan! Hanya karena seorang wanita saja bisa membuat anak, ayah, polisi dan
hakim menjadi ribut. Mau jadi apa negeri ini. Untuk menyelesaikan masalah
tersebut, coba, sebenarnya seperti apa wanita itu. Hadapkanlah ia padaku”.
Mendengar
perkataan raja tadi, maka keempat pria tadi segera menjemput wanita tersebut
untuk dihadapkan ke sang raja. Setelah melihat wanita tadi, raja tersebut
langsung diam tak berkata, sang raja jatuh hati padanya.
Kemudian
raja berkata kepada keempat pria tadi, “wanita ini sungguh sangat tidak pantas
untuk kalian berempat. Wanita ini sungguh sangat cantik. Yang pantas
memilikinya hanyalah orang yang mempunyai kekuasaan. Yaitu aku”.
Mendengar
perkataan tersebut, terjadilah keributan antara pria, ayahnya, polisi, hakim
dan raja. Mendengar keributan tadi, barulah wanita itu berkata, “kalian semua
menginginkanku, hanya karena kecantikanku. Jika kalian ingin memilikiku,
kejarlah aku”.
Setelah
berkata seperti tadi, maka wanita tersebut langsung lari meninggalkan kelima
pria tadi. Dan tanpa di aba-aba, kelima pria tadi langsung lari mengejar wanita
tadi.
Pengejaran
terus terus dan terus dilakukan oleh para pria, namun wanita tadi tak kunjung
diraih. Yang terjadi bukannya mendapatkan wanita tadi, namun justru kelima pria
tadi masuk kedalam lubang yang dalam. Mereka tak bisa keluar dari dalamnya.
Kemudian
wanita itu mendekat untuk melihat kelima pria tadi. Kemudian wanita tersebut
tertawa. Dan kelima pria tadi kemudian bertanya kepada wanita tersebut,
“sebenarnya siapa kau?!”. Kemudian wanita tersebut menjawab, “aku adalah
DUNIA”.
Pelajaran
yang dapat dipetik dari kisah diatas adalah, janganlah kita mengejar-ngejar
dunia hingga kita lupa akan kematian yang akan kepada kita. Kita lupa kepada
yang menciptakan kita, yaitu Alloh SWT.
Lubang
tadi adalah suatu akhir dari kehidupan. Itu adalah alam kubur yang akan menjadi
tempat peristirahatan terakhir kita. Disitu sudah tak bisa lagi kita untuk
bertobat.
Dan
semoga kita selalu ingat akan kematian. Karena menurut Rosullulloh SAW orang
yang cerdas adalah orang yang selalu ingat akan kematian. (Al-Hadits)
Wallohua’lam.
Dan
bagaimana kaitannya cerita tadi dengan negara kita Indonesia sekarang ini?
Apakah orang-orang di Indonesia sudah tergila-gila harta? Sehingga korupsi
terjadi di segala bidang kehidupan dinegara ini. Orang hanya memikirkan harta,
harta dan harta. Masih ingatkah kita, para pemimpin kita dinegeri ini dengan
yang namanya kematian?
Sadarkah
kita akan hal tersebut? Jika semua orang dinegara ini seperti itu, kapan
Indonesia akan menjadi negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur?
Wallohua’lam.
Didapat
dari tausiyah syech Ali Sholeh Jaber pada acara Damai Indonesiaku tvOne.
Wallohul muwafiq ilaa
aqwamiththoriq. Wassalamu’alaikum wr. wb.
Singgih
Baswendro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar