Selasa, 06 Maret 2012

Wanita Dan Para Pria


Assalamu’alaikum wr. wb.
Saudaraku, berikut merupakan suatu cerita tentang seorang wanita dan para pria.
  

Di suatu negeri yang jauh disana, sebut saja negeri Antah Barata. Terdapatlah masyarakat yang makmur, perekonomiannya tinggi, sumber daya alam dan manusianya sangat unggul. Dan negeri tersebut dipimpin oleh seorang raja muda yang sangat kaya raya.
Suatu ketika dinegeri tersebut terdapat kisah percintaan antara seorang pria piatu yang sangat pandai dengan seorang wanita yang teramat sangat cantik jelita. Awal mereka saling bercinta tidaklah memakan waktu yang lama, kira-kira hanya 2 bulan. Dan hanya dalam jangka waktu itu, pria tersebut akan bermaksud melamarnya, walaupun ayahnya belum tahu.
Dihari pelamarannya, pria tersebut menyambangi rumah wanita tadi dengan hati yang sangat sumringah. Dia datang dengan ayahnya. Sesampainya di rumah sang wanita, ternyata wanita cantik tadi sudah menunggu didepan rumahnya. Kemudian ayah dan anak tadi dipersilahkan duduk oleh wanita tadi.
Didalam pembicaraannya untuk melamar wanita tadi, sang ayah berbisik kepada anaknya, “nak, wanita ini sungguh menawan. Dia tidak pantas untukmu. Pria yang pantas untuk mengawininya adalah pria yang sudah berpengalaman, ayahlah yang pantas memilikinya nak”.
Mendengar kata-kata tadi, terjadilah keributan antara anak dengan ayahnya. Kemudian anak dan ayahnya tadi mendatangi seorang polisi untuk mengadukan perkaranya. Setelah mendengar pengaduan anak dan ayah tentang perebutan wanita tadi, kemudian polisi tersebut berkata, “masalah Negara yang lebih penting dari ini saja banyak, kok hanya masalah wanita saja ayah dan anak jadi ribut. Memalukan. Coba anda berdua datangkan wanita tersebut dihadapanku”.
Kemudian anak dan ayah tadi menjemput wanita tersebut untuk dibawa ke hadapan polisi. Kemudian sampailah mereka bertiga dihadapan sang polisi tadi.
Begitu melihat wanita tersebut, polisi tersebut langsung terpana dan jatuh hati kepadanya. Lalu polisi tadi berkata kepada dua orang pria tadi (ayah dan anaknya), “wanita ini sungguh sangat berharga. Yang pantas memilikinya hanyalah orang yang mempunyai jiwa ksatria yang tinggi. Kalian tidaklah pantas memilikinya. Yang pantas hanyalah aku seorang”.
Mendengar kata-kata polisi tadi, maka terjadilah keributan antara pria, ayahnya dan seorang polisi. Karena keributan tersebut, maka mereka bertiga datanglah kepada seorang hakim muda yang sangat tampan untuk mengadukan perkaranya.
Setelah mereka bertiga mengadu dan didengar oleh hakim, maka hakim itu berkata, “saya masih banyak mengurusi masalah maling uang rakyat, masalah negara saja masih sangat banyak. Masa kalian bertiga ribut-ribut hanya karena wanita. Sungguh memalukan. Coba datangkan wanita tersebut kehadapanku”.
Kemudian sang polisi, pria, dan ayahnya menjemput wanita tadi untuk dihadapkan ke hakim yang mulia. Sesampainya dihadapan hakim tadi, hakim tersebut langsung terpana melihat wanita tadi. Kemudian hakim tersebut berkata kepada ketiga pria tadi, “kalian tidak pantas memilikinya. Yang pantas memiliki wanita yang menawan ini hanyalah seseorang yang bisa berperilaku adil, yang pantas tidak lain tidak bukan hanyalah aku”.
Mendengar perkataan hakim tadi, maka terjadilah keributan yang sangat tidak kondusif antara keempat pria tersebut. Lalu datanglah keempat pria tadi kehadapan seorang pemimpin negeri tersebut, yaitu raja yang sangat kaya raya untuk mengadukan masalahnya.
Mendengar pengaduan keempat pria tadi, maka sang raja berkata, “kalian ini sungguh sangat memalukan! Hanya karena seorang wanita saja bisa membuat anak, ayah, polisi dan hakim menjadi ribut. Mau jadi apa negeri ini. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, coba, sebenarnya seperti apa wanita itu. Hadapkanlah ia padaku”.
Mendengar perkataan raja tadi, maka keempat pria tadi segera menjemput wanita tersebut untuk dihadapkan ke sang raja. Setelah melihat wanita tadi, raja tersebut langsung diam tak berkata, sang raja jatuh hati padanya.
Kemudian raja berkata kepada keempat pria tadi, “wanita ini sungguh sangat tidak pantas untuk kalian berempat. Wanita ini sungguh sangat cantik. Yang pantas memilikinya hanyalah orang yang mempunyai kekuasaan. Yaitu aku”.
Mendengar perkataan tersebut, terjadilah keributan antara pria, ayahnya, polisi, hakim dan raja. Mendengar keributan tadi, barulah wanita itu berkata, “kalian semua menginginkanku, hanya karena kecantikanku. Jika kalian ingin memilikiku, kejarlah aku”.
Setelah berkata seperti tadi, maka wanita tersebut langsung lari meninggalkan kelima pria tadi. Dan tanpa di aba-aba, kelima pria tadi langsung lari mengejar wanita tadi.
Pengejaran terus terus dan terus dilakukan oleh para pria, namun wanita tadi tak kunjung diraih. Yang terjadi bukannya mendapatkan wanita tadi, namun justru kelima pria tadi masuk kedalam lubang yang dalam. Mereka tak bisa keluar dari dalamnya.
Kemudian wanita itu mendekat untuk melihat kelima pria tadi. Kemudian wanita tersebut tertawa. Dan kelima pria tadi kemudian bertanya kepada wanita tersebut, “sebenarnya siapa kau?!”. Kemudian wanita tersebut menjawab, “aku adalah DUNIA”.

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah diatas adalah, janganlah kita mengejar-ngejar dunia hingga kita lupa akan kematian yang akan kepada kita. Kita lupa kepada yang menciptakan kita, yaitu Alloh SWT.
Lubang tadi adalah suatu akhir dari kehidupan. Itu adalah alam kubur yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir kita. Disitu sudah tak bisa lagi kita untuk bertobat.
Dan semoga kita selalu ingat akan kematian. Karena menurut Rosullulloh SAW orang yang cerdas adalah orang yang selalu ingat akan kematian. (Al-Hadits)
Wallohua’lam.
Dan bagaimana kaitannya cerita tadi dengan negara kita Indonesia sekarang ini? Apakah orang-orang di Indonesia sudah tergila-gila harta? Sehingga korupsi terjadi di segala bidang kehidupan dinegara ini. Orang hanya memikirkan harta, harta dan harta. Masih ingatkah kita, para pemimpin kita dinegeri ini dengan yang namanya kematian?
Sadarkah kita akan hal tersebut? Jika semua orang dinegara ini seperti itu, kapan Indonesia akan menjadi negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur?
Wallohua’lam.
Didapat dari tausiyah syech Ali Sholeh Jaber pada acara Damai Indonesiaku tvOne.
Wallohul muwafiq ilaa aqwamiththoriq. Wassalamu’alaikum wr. wb.
Singgih Baswendro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar