Kamis, 08 Maret 2012

Kulkas 2


Di suatu negeri yang jauh disana, sebut saja negeri Antah Barata. Terdapatlah sebuah Universitas di kawasan dekat pantai tapi jauh. Bukan karena Universitas tersebut kuno sehingga harus berada di dekat pantai tapi jauh, akan tetapi karena Universitas tersebut mengusung misi konversapi, apalah namanya, aku tak tahu.
Suatu hari mahasiswa baru tetapi sudah lama jadi mahasiswa, sebut saja si Indih, datang ke kampus dengan PeDenya untuk kuliah Kulkas 2. Itu adalah kuliah perdananya pada semester lanjutan. Mata kuliah Kulkas 2 merupakan mata kuliah yang cukup ditakuti oleh para mahasiswa.
Saat perjalanan ke kampus, dia menyempatkan untuk mampir ke fakultas lain untuk meminta cap sesuatu. Dia melakukan hal itu karena itu merupakan amanah yang diberikan oleh kakaknya.
Sesampainya tiba di fakultas yang dituju, dia langsung menuju suatu gedung TjeOne. Namun ternyata dia salah gedung, karena gedung yang benar adalah gedung TjeVen, sehingga dia langsung menuju TjeVen dengan semangatnya.
Sesampainya di gedung TjeVen, dia langsung menuju tempat ia kuliah, yaitu di gedung DheTwo. Ditengah perjalanan dia berhenti sejenak untuk meng-upload bacaannya ke blog miliknya. Kemudian dia langsung melanjutkan perjalanannya ke DheTwo.
Sesampainya di gedung DheTwo, dia langsung menuju kelas yang berada di lantai dua yang menjadi tempat kuliahnya. Dia datang agak telat dibanding kawannya sehingga dia memperoleh tempat duduk paling depan. Akan tetapi, karena takutnya dia akan dosen dan mata kuliah tersebut, maka dia memindah tempat duduknya ke urutan paling belakang.
Sesudah pindah ke urutan yang paling belakang, dia mulai berkeliaran untuk tanya-tanya ke temannya tentang materi yang akan dibahasnya. Ruang kelas saat itu riuh sekali, dan tibalah saatnya dosen yang ditakuti oleh banyak mahasiswa itu datang.
“Assalamu’alaikum wr. wb.” Dosen tersebut langsung menyapa para mahasiswa.
”Wa’alaikumsalam wr. wb.”  Mahasiswa menjawab dengan serempak.
Tanpa membuang banyak waktu, dosen tersebut langsung menyeret kursi yang berada di baris paling depan pojok kiri dan langsung meletakkan buku-buku bawaannya. Setelah itu sang dosen langsung mengambil spidol dan menuliskan materi yang telah lalu untuk disandingkan dengan materi yang baru.
Setelah sang dosen selesai menulis, beliau langsung menunjuk mahasiswa untuk maju. “Kamu yang dipojok maju!!” sang dosen menunjuk mahasiswa yang duduk paling pojok sebelah kanan paling belakang. Sang mahasiswa pun langsung maju ke depan.
Setelah beberapa saat, mahasiswa tersebut tak kunjung bisa untuk menyelesaikannya. Maka sang dosen langsung memerintah mahasiswa tersebut untuk berdiri dan menyuruh teman sebelahnya untuk maju. Karena mahasiswa tersebut juga tak bisa, maka digantikanlah dengan teman yang disebelahnya. Begitupun teman sebelahnya tak bisa, maka sekarang terdapatlah tiga orang mahasiswa yang berdiri didepan kelas.
Kemudian teman yang selanjutnya akhirnya bisa menyelesaikannya. Maka ketiga mahasiswa tadi yang berdiri sekarang dipersilahkan duduk, akan tetapi mereka bertiga harus bernyanyi terlebih dahulu. Mereka menyanyikan lagu daerah Si Pacul Gundul, request sang dosen.
Akhirnya tiba sampai giliran si Indih maju kedepan. Dia disuruh untuk membaca tulisan yang ditulis oleh sang dosen di papan tulis. Akan tetapi, karena saking gugupnya dia, maka dia tak kunjung bisa menjawab.
“Teman-teman, saya akan mencoba menjawab menjelaskan…” kata si Indih.
“Salah!!!” kata sang dosen memotong.
Si Indih selalu salah dan salah dalam pembacaan tulisan yang ada dipapan tulis. Hal itu berlangsung lama hingga pada akhirnya dia bisa membaca tulisan tadi secara benar menurut sang dosen.
“Dipunyai fungsi-fungsi f kecil dan f besar dari I ke R dengan I anggota R. jika f besar aksen x sama dengan f kecil x untuk setiap x di I maka f besar disebut suatu anti turunan f kecil.” Kata si Indih secara gugup.
Akhirnya si Indih pun kembali ke tempat duduknya. Setelah si Indih duduk kembali, sang dosen pun langsung membuat soal yang baru, tak tanggung-tanggung, soalnya ada tiga sekaligus. Lalu ketiga mahasiswa disebelah Indih pun maju secara bersama-sama.
Namun yang terjadi didepan adalah mereka tak bisa melakukan dengan baik. Bukan karena mereka tidak bisa, akan tetapi karena tulisan mereka salah menurut sang dosen. Kemudian mereka digantikan oleh teman-temannya. Namun kesemua mahasiswa yang ditunjuk tadi sama saja, tidak bisa menulis seperti apa yang diinginkan sang dosen. Hingga hampir separuh mahasiswa hampir sudah maju semua.
Akhirnya sang dosen pun tak melanjutkan untuk membahas soal tadi, tapi malah justru menyuruh mahasiswanya untuk belajar bahasa Indonesia lagi. Sang dosen pun mengatakan bahwa mahasiswa saat itu sudah menjadi generasi yang hilang.
Bukannya menyelesaikan soal tadi, tapi sang dosen justru memberikan sebuah soal olimpiade SD. Hingga akhirnya dosen tersebut yang menjawab soalnya sendiri.
Didalam perkuliahan, sang dosen juga sempat bercerita tentang kisah-kisahnya. Diantaranya adalah tiket pesawatnya yang sudah menumpuk, pengalaman mengajarnya dan lain-lain.
Akhirnya kuliah pun selesai, sang dosen pun meninggalkan ruangan.
“Assalamu’alaikum…” salam sang dosen sambil meninggalkan ruangan.
“Wa’alaikumsalam,,,” para mahasiswa menjawab.
Walaupun kuliah yang menegangkan, akan tetapi si Indih tak patah semangat untuk belajar, karena si Indih merasa paling bodoh dikelasnya.
Indih pun bertekad untuk belajar Kulkas 2 secara serius. Dia berpikir untuk selalu mengejar teman-temannya yang intelejensinya lebih tinggi darinya. Dia ingat kata seorang dosennya, KERJA KERAS. Dia pun bertekad untuk selalu bekerja keras.

Selasa, 06 Maret 2012

Wanita Dan Para Pria


Assalamu’alaikum wr. wb.
Saudaraku, berikut merupakan suatu cerita tentang seorang wanita dan para pria.
  

Di suatu negeri yang jauh disana, sebut saja negeri Antah Barata. Terdapatlah masyarakat yang makmur, perekonomiannya tinggi, sumber daya alam dan manusianya sangat unggul. Dan negeri tersebut dipimpin oleh seorang raja muda yang sangat kaya raya.
Suatu ketika dinegeri tersebut terdapat kisah percintaan antara seorang pria piatu yang sangat pandai dengan seorang wanita yang teramat sangat cantik jelita. Awal mereka saling bercinta tidaklah memakan waktu yang lama, kira-kira hanya 2 bulan. Dan hanya dalam jangka waktu itu, pria tersebut akan bermaksud melamarnya, walaupun ayahnya belum tahu.
Dihari pelamarannya, pria tersebut menyambangi rumah wanita tadi dengan hati yang sangat sumringah. Dia datang dengan ayahnya. Sesampainya di rumah sang wanita, ternyata wanita cantik tadi sudah menunggu didepan rumahnya. Kemudian ayah dan anak tadi dipersilahkan duduk oleh wanita tadi.
Didalam pembicaraannya untuk melamar wanita tadi, sang ayah berbisik kepada anaknya, “nak, wanita ini sungguh menawan. Dia tidak pantas untukmu. Pria yang pantas untuk mengawininya adalah pria yang sudah berpengalaman, ayahlah yang pantas memilikinya nak”.
Mendengar kata-kata tadi, terjadilah keributan antara anak dengan ayahnya. Kemudian anak dan ayahnya tadi mendatangi seorang polisi untuk mengadukan perkaranya. Setelah mendengar pengaduan anak dan ayah tentang perebutan wanita tadi, kemudian polisi tersebut berkata, “masalah Negara yang lebih penting dari ini saja banyak, kok hanya masalah wanita saja ayah dan anak jadi ribut. Memalukan. Coba anda berdua datangkan wanita tersebut dihadapanku”.
Kemudian anak dan ayah tadi menjemput wanita tersebut untuk dibawa ke hadapan polisi. Kemudian sampailah mereka bertiga dihadapan sang polisi tadi.
Begitu melihat wanita tersebut, polisi tersebut langsung terpana dan jatuh hati kepadanya. Lalu polisi tadi berkata kepada dua orang pria tadi (ayah dan anaknya), “wanita ini sungguh sangat berharga. Yang pantas memilikinya hanyalah orang yang mempunyai jiwa ksatria yang tinggi. Kalian tidaklah pantas memilikinya. Yang pantas hanyalah aku seorang”.
Mendengar kata-kata polisi tadi, maka terjadilah keributan antara pria, ayahnya dan seorang polisi. Karena keributan tersebut, maka mereka bertiga datanglah kepada seorang hakim muda yang sangat tampan untuk mengadukan perkaranya.
Setelah mereka bertiga mengadu dan didengar oleh hakim, maka hakim itu berkata, “saya masih banyak mengurusi masalah maling uang rakyat, masalah negara saja masih sangat banyak. Masa kalian bertiga ribut-ribut hanya karena wanita. Sungguh memalukan. Coba datangkan wanita tersebut kehadapanku”.
Kemudian sang polisi, pria, dan ayahnya menjemput wanita tadi untuk dihadapkan ke hakim yang mulia. Sesampainya dihadapan hakim tadi, hakim tersebut langsung terpana melihat wanita tadi. Kemudian hakim tersebut berkata kepada ketiga pria tadi, “kalian tidak pantas memilikinya. Yang pantas memiliki wanita yang menawan ini hanyalah seseorang yang bisa berperilaku adil, yang pantas tidak lain tidak bukan hanyalah aku”.
Mendengar perkataan hakim tadi, maka terjadilah keributan yang sangat tidak kondusif antara keempat pria tersebut. Lalu datanglah keempat pria tadi kehadapan seorang pemimpin negeri tersebut, yaitu raja yang sangat kaya raya untuk mengadukan masalahnya.
Mendengar pengaduan keempat pria tadi, maka sang raja berkata, “kalian ini sungguh sangat memalukan! Hanya karena seorang wanita saja bisa membuat anak, ayah, polisi dan hakim menjadi ribut. Mau jadi apa negeri ini. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, coba, sebenarnya seperti apa wanita itu. Hadapkanlah ia padaku”.
Mendengar perkataan raja tadi, maka keempat pria tadi segera menjemput wanita tersebut untuk dihadapkan ke sang raja. Setelah melihat wanita tadi, raja tersebut langsung diam tak berkata, sang raja jatuh hati padanya.
Kemudian raja berkata kepada keempat pria tadi, “wanita ini sungguh sangat tidak pantas untuk kalian berempat. Wanita ini sungguh sangat cantik. Yang pantas memilikinya hanyalah orang yang mempunyai kekuasaan. Yaitu aku”.
Mendengar perkataan tersebut, terjadilah keributan antara pria, ayahnya, polisi, hakim dan raja. Mendengar keributan tadi, barulah wanita itu berkata, “kalian semua menginginkanku, hanya karena kecantikanku. Jika kalian ingin memilikiku, kejarlah aku”.
Setelah berkata seperti tadi, maka wanita tersebut langsung lari meninggalkan kelima pria tadi. Dan tanpa di aba-aba, kelima pria tadi langsung lari mengejar wanita tadi.
Pengejaran terus terus dan terus dilakukan oleh para pria, namun wanita tadi tak kunjung diraih. Yang terjadi bukannya mendapatkan wanita tadi, namun justru kelima pria tadi masuk kedalam lubang yang dalam. Mereka tak bisa keluar dari dalamnya.
Kemudian wanita itu mendekat untuk melihat kelima pria tadi. Kemudian wanita tersebut tertawa. Dan kelima pria tadi kemudian bertanya kepada wanita tersebut, “sebenarnya siapa kau?!”. Kemudian wanita tersebut menjawab, “aku adalah DUNIA”.

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah diatas adalah, janganlah kita mengejar-ngejar dunia hingga kita lupa akan kematian yang akan kepada kita. Kita lupa kepada yang menciptakan kita, yaitu Alloh SWT.
Lubang tadi adalah suatu akhir dari kehidupan. Itu adalah alam kubur yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir kita. Disitu sudah tak bisa lagi kita untuk bertobat.
Dan semoga kita selalu ingat akan kematian. Karena menurut Rosullulloh SAW orang yang cerdas adalah orang yang selalu ingat akan kematian. (Al-Hadits)
Wallohua’lam.
Dan bagaimana kaitannya cerita tadi dengan negara kita Indonesia sekarang ini? Apakah orang-orang di Indonesia sudah tergila-gila harta? Sehingga korupsi terjadi di segala bidang kehidupan dinegara ini. Orang hanya memikirkan harta, harta dan harta. Masih ingatkah kita, para pemimpin kita dinegeri ini dengan yang namanya kematian?
Sadarkah kita akan hal tersebut? Jika semua orang dinegara ini seperti itu, kapan Indonesia akan menjadi negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur?
Wallohua’lam.
Didapat dari tausiyah syech Ali Sholeh Jaber pada acara Damai Indonesiaku tvOne.
Wallohul muwafiq ilaa aqwamiththoriq. Wassalamu’alaikum wr. wb.
Singgih Baswendro

Senin, 05 Maret 2012

Membaca Shalawat untuk Nabi


Berikut merupakan artikel yang saya sadur dari situs resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentang sholawatan.
sumber:
http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/10/11093/Ubudiyyah/Membaca_Shalawat_untuk_Nabi.html


Membaca shalawat adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, disamping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat “Nariyah”, ada “Thibbi Qulub”. Ada shalawat “Tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cita-cita kepada Rasulullah sekaligus ibadah.

Salah satu hadits yang membuat kita rajin membaca shalawat ialah: Rasulullah bersabda: Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.

Salah satu shalawat yang sangat popular ialah “Shalawat Badar”. Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara dimana dan kapan saja “Shalawat Badar” selalu dilantunkan bersama-sama.

Shalawat yang satu ini, “shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.

Salah satu shalawat lain yang mustajab ialah shalawat Tafrijiyah Qurtubiyah, yang disebut orang Maroko shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak apa yang tidak disuka, mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat bi idznillah. Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam.

Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (fardlu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rejekinya tidak akan putus, disamping mendapatkan pangkat/kedudukan dan tingkatan orang kaya. (Khaziyat al-Asrar, hlm 179)

Simak sabda Rasulullah SAW berikut ini:


وَأخْرَجَ ابْنُ مُنْذَة عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ الله عَنهُ أنّهُ قال قال َرسُوْلُ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ: مَنْ صَلّى عَلَيَّ كُلّ يَوْمٍ مِئَة مَرّةٍ – وَفِيْ رِوَايَةٍ – مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي اليَوْمِ مِئَة مَرّةٍ قَضَى اللهُ لَهُ مِئَة حَجَّةٍ – سَبْعِيْنَ مِنْهَا في الأخِرَةِ وَثَلاثِيْنَ فِي الدُّنْيَا – إلى أنْ قال – وَرُوِيَ أن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عليه وسلم قال : اكْثَرُوا مِنَ الصَّلاةِ عَلَيَّ فَإنّهَا تَحِلُّ اْلعَقْدَ وَتَفْرجُ الكُرَبَ – كَذَا فِيْ النزهَةِ

Hadits Ibnu Mundah dari Jabir, ia mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia. Sampai kata-kata … dan hadits Rasulullah yang mengatakan: Perbanyaklah shalawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah.

Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal-amal kalian disampaikan kepadaku; jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. (Hadits riwayat Al-hafizh Ismail Al-Qadhi, dalam bab shalawat ‘ala an-Nabi).

Imam Haitami dalam kitab Majma’ az-Zawaid meyakini bahwa hadits di atas adalah shahih. Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya (istighfar) di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa Rasul untuk umatnya pasti bermanfaat.

Ada lagi hadits lain. Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa menjawab salam itu. (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih)

KH Munawwir Abdul Fattah
Pengasuh Pesantren Krapyak, Yogyakarta

Minggu, 04 Maret 2012

Lirik Syi'ir Tanpo Waton - Gus Dur

Assalamu'alaikum wr.wb.



Inilah sebuah syi'ir dari Al-Mukarrom KH. Adurrachman Wachid (alm) atau yang sering dipanggil Gus Dur.
Beliau merupakan mantan Ketua Umum PBNU sebelum menjabat sebagai Presiden RI yang ke IV. syi'ir beliau ini sungguh sangat mempunyai makna yang sangat indah, yang bisa digunakan sebagai instropeksi diri, seberapa dalam ilmu kita tentang agama dan lain sebagainya.
 Inilah syi'ir Gus Dur....



Astaghfirullah Robbal barooya
Astaghfirullah minal khothoya
Robbi zidniy ‘ilman nafi’a
Wa wafiqniy ‘amalan sholiha
Ya Rasulallah… salamun’alaik
Ya rafi ‘asyani waddaraji
‘Athfatay yaji rotal ‘alami
Ya uhailalju diwal karomi 2x
Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring Pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan 2x
Duh bolo konco priyo wanito
Ojo  mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2x
Akeh kang apal Qur’an Haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe gak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2x
Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2x
Ayo sedulur jo nglalekake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2x
Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2x
Al-Qur’an qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso di woco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2x
Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat Rasul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2x
Kelawan Allah Kang Moho Suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2x
Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2x
Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podo rukun ojo ngesio
Iku sunnahe Rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito 2x
Ayo nglakoni sakabehane
Allah kang bakal ngangkat drajate
Senajan ashor toto dzohire
Ananging mulyo maqom Drajate 2x
Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2x
Ya Rasulallah… salamun’alaik
Ya rafi ‘asyani waddaraji
‘Athfata yaji rotal ‘alami
Ya uhailalju diwal karomi 2x
 

Itulah tadi syi'ir yang membuat hati kita trenyuh, dan saya berpesan bahwa umat Islam di Indonesia ini sangat beragam, dan menurut syi'ir tadi, janganlah kita saling mengkafirkan orang yang tidak sejalan dengan keyakinan kita.
Wallohua'lam.

Wallohul muwafiq Ilaa aqwamiththoriq. Wassalamu'alaikum wr. wb.